Arnold susahbener

 

Suatu ketika si Arnold Susahbener, bintang film yang juga memiliki tubuh binaragawan, berkunjung ke Indonesia. Di Indonesia dia pun berkunjung untuk membeli souvenir, termasuk juga buah-buahan.

Dia mencari buah-buahan yang tidak terdapat di negaranya. Maka sampailah pada suatu toko buah. Berhubung si penjual buah tidak bisa bahasa Inggris, maka si Arnold terpaksa menggunakan bahasa isyarat.

Arnold : “….fruit….this fruit….this big….” (sambil mengangkat tangan kirinya dan bergaya binaraga)
penjual : “….ooh….maksudnya Melon…” (si penjual mencarikan buah melon dan memberikannya ke Arnold)
Arnold : “….and another fruit…..big fruit and this size…….”
(sambil menurunkan tangan kanannya dan bergaya binaraga lagi)

penjual :”…ooh…buah semangka toh…..ada…..” (si penjual kemudian mencarikan sebuah buah semangka)

Kemudian terlintas di pikiran Arnold untuk membeli pisang. Dengan susah payah dia menjelaskannya, tetapi tetap saja si penjual nggak ngerti-ngerti. Akhirnya Arnold pun nekad membuka celananya dan menunjukkan “kepunyaannya” untuk menjelaskan si penjual tsb.

Arnold : “…..do you know banana……fruit……like this…..???
penjual : “.???…..wah……maaf mas…..di sini nggak jual cabe rawit”

D e r e g u l a s i

“Apa arti regeluasi, ayah?”, tanya seorang anak pada ayahnya yg seorang profesor.
“Deregulasi adalah sebuah jalan tol dengan banyak lampu merah, sehingga justru akan mengakibatkan banyak terjadinya kecelakaan”, jawab sang ayah.
“Ah, mana ada jalan tol pakai lampu merah”, ujar si anak.

 

Ongkos Bayar Taksi

Seorang lelaki dengan tergopoh-gopoh masuk ke sebuah bank, lalu berkata,
“Apakah saya bisa pinjam uang?”
“Silahkan duduk dulu, Pak”, ujar seorang petugas bank dengan ramah.
“Apakah saya bisa meminjam uang ?”, ujar lelaki itu lagi.
“Berapa banyak yang bapak perlukan, untuk keperluan apa, dan agunannya apa?”, tanya petugas bank.
“Yah, berapa sajalah, asal cukup untuk ongkos bayar taksi ke sini. Soalnya saya nggak punya uang receh”
Petugas bank, “?????”

Bank Pribadi

“Di bank manakah kita bisa memperoleh pinjaman besar, dengan bunga kecil dan masa pengembalian sampai puluhan tahun?”, tanya Badul pada rekan disebelahnya sesama pengangguran.
“Di bank yang kamu dirikan sendiri!”, jawab Parjo sambil ngeloyor pergi.

Perampok Bank

“Besok kita merampok bank yang ada di ujung jalan itu”, ujar Jessy James kepada saudaranya.
“Jangan bank itu boss … soalnya uang hasil rampokan kita pekan lalu, saya simpan di sana”, ujar saudaranya.

 

Ahli Pencari Dana

Dua orang ayah sedang membicarakan mengenai anak-anak mereka yang menuntut ilmu di luar negeri.
“Apa rencana anak anda setelah lulus universitas nanti, apakah akan melanjutkan usaha anda?”, tanya Pak Robert.
“Saya kira dia sekarang belum punya keputusan”, jawab Pak Makmur.
“Tetapi dia sekarang surat-suratnya kepada kami, dia sepertinya akan menjadi ahli pencari dana yang sukses.”
“??????”, pikir Pak Robert.

Percakapan Antar Ibu-Ibu
Seorang ibu tengah bercakap-cakap dengan temannya.

“Anak saya dan istrinya sudah menemukan cara terbaik untuk menabung uang makan mereka. Mereka membeli sebuah mobil, lalu setiap petang mereka datang ke rumah kami dengan mobil itu dan selalu makan malam bersama kami.”

 

Kartu Kredit

Sepasang pengantin baru mengajukan permohonan pinjaman jangka pendek pada sebuah bank.
“Berapa jumlah uang yg diperlukan dan untuk apa?”, tanya Customer Service dengan ramah.

Sebelum pengantin pria menjawab, istrinya berkata cepat.
“Kami sedang butuh uang secukupnya untuk membantu sampai suami saya dapat memperoleh kartu kredit.”

Customer Service, “…………. ?????”